TUGAS 1 FILSAFAT PANCASILA
ENGGAR PERMATASARI
12212505
2 EA 24
Jelaskan mengapa nilai –
nilai pancasila secara sosiologis sudah ada sejak bangsa ini ada, serta
jelaskan pula lahirnya Pancasila secara historis !
Nilai – nilai Pancasila yang
bersifat sosiologis adalah di dalam fungsinya sebagai pengatur hidup
kemasyarakatan pada umumnya, sedangkan pengertiannya yang bersifat etis
filosofis adalah di dalam fungsinya sebagai pengatur tingkah laku pribadi dan
cara-cara dalammencari kebenaran (Pancasila sebagai Philosophical way of
thinking atau philosophical system )
Jelaskan perbedaan konsep Pancasila menurut MR.M. Yamin dan Ir. Soekarno
!
Di dalam
pengertian Muh.Yamin dan Ir. Soekarno, perbedaanya antara lain :
Menurut pendapat Muh. Yamin :
Pancasila merupakan lima dasar yang merupakan pedoman tentang
aturan tingkah laku yang baik.
Menurut pendapat Ir. Soekarno :
Pancasila adalah isi jiwa bangsa indonesia yang terpendam bisu
setelah sekian abad lamanya oleh kebudayaan barat dan merupakan falsafah
negara.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan bahwa Pancasila memiliki sifat
sistemik dan hierarkis piramidal !
Pancasila bersifat sistematis/sistematik, karena:
- Pancasila terdiri dari beberapa Sila, yakni Lima Sila
- Diantara Lima Sila mempunyai hubungan yang sifatnya hirarkis (Sila pertama: Ketuhanan mendasari dan menjiwai Sila kemanusiaan,Silapersatuan, Sila kerakyatan dan Sila keadilan
- Diantara Sila-Sila dalam Pacasila tidak saling bertentangan, bahkan merupakan satu kesatuan yang bersifat komprehesif integralistik, saling mendukung dan saling melengkapi.
- Diantara Sila-Sila dalam Pancasila mempunyai tujuan dan fungsi yang sama, sebagai Dasar Negara, Dasar Filsafat Bangsa, Ideologi maupun sebagai Pandangan Hidup (way of life) Bangsa Indonesia.
Susunan
Pancasila adalah hierarkis piramidal, pengertian matematis pyramidal untuk
menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila Pancasila dalam urutan luas (kuantitas)
dan juga hal isi sifatnya (kualitas). Kalau dilihat susunan sila-sila
menunjukkan suatu rangkaian tingkat (gradual) dalam luas dan isi sifatnya.
Kesatuan sila-sila Pancasila memiliki susunan yang hierarki piramidal, maka
Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis (landasan) dari sila kemanusiaan,
persatuan, kerakyatan dan keadilan.
Dalam filsafat Pancasila terdapat tiga tingkatan nilai sebagai
bentuk aksiologi dari Pancasila, yaitu nilai dasar, nilai instrumental dan
nilai praksis. Jelaskan !
Nilai dasar, adalah asas-asas yang kita
terima sebagai dalil yang bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar atau
tidak perlu dipertanyakan lagi. Nilai-nilai dasar dari Pancasila adalah nilai
ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai
keadilan.
Nilai instrumental, adalah nilai yang berbentuk
norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam
peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara.
Nilai praksis, adalah nilai yang sesungguhnya
kita laksanakan dalam kenyataan. Nilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar
dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat.
Jelaskan mengapa ideologi Pancasila bukan merupakan ideologi
campuran dari ideologi sosialisme maupun liberalisme !
Karena
Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila
merupakan ideologi nasional negara Indonesia. Secara umum ideologi merupakan
kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh serta sistematis
yang menyangkut dan mengatur tingkah laku sekelompok manusia tertentu dalam
berbagai bidang kehidupan politik, pertahanan, kemanan, sosial, kebudayaan, dan
keagamaan.
Makna
ideologi di Indonesia tercermin pada falsafah hidup dan kepribadian bangsa
Indonesia, yaitu Pancasila. Karena, Pancasila mengandung nilai-nilai dan
norma-norma yang oleh bangsa Indonesia di yakini paling benar. Pancasila
sebagai ideologi negara tercantum dalam pembukaan UUD 1945, walaupun UUD 1945
telah mengalami beberapa kali perubahan (amandemen), Pancasila tetap menduduki
posisi sebagai ideologi nasional dalam UUD 1945. Ideologi berasal dari Kata
Yunani Idein artinya melihat dan logia yang berarti kata, ajaran. Ideologi
secara praktis diartikan sebagai sistem dasar seseorang tentang nilai- nilai
dan tujuan- tujuan serta sarana- sarana pokok untuk mencapainya.
Jika
diterapkan untuk negara, maka ideologi diartikan sebagai kesatuan gagasan-
gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang
manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, sosial maupun dalam kehidupan
bernegara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar