Jumat, 28 Maret 2014

Pelajaran Hidup Dari Sebuah “Drama”

Enggar Permatasari
12212505
2 EA 24
Tugas Artikel 3

Judul dramanya “ UGLY ALERT “ drama ini berasal dari Korea Selatan. Seorang anak kecil yang ditinggal ayah pembawa masalahnya di penjara hidup dengan teman ayahnya sampai berumur kira-kira 12th. Di saat umur itulah ayahnya keluar dari penjara dengan senyum bahagianya, tak lama terdengar kembali kabar mengejutkan bahwa ayahnya itu akan menikahi seorang wanita yang dianggapnya sebagai malaikat.
Konflik pun dimulai, mendapatkan gelar mantan napi terus menerus menjadi percekcokan dan pertentangan bagi anak-anak dari ibu tirinya. Tak terlihat kebahagiaan kasat mata bagi “gong joon soo” ini tapi tak pernah sedikitpun ia merasakan tak bahagia, karena bagi ia mendapat keluarga baru seperti yang dia dapatkan sekarang adalah sebuah keajaiban baginya.
Ayahnya memulai hidup baru dengan ibu tirinya, memulai bekerja menjual kue ikan di pinggir jalan, belum satu hari sudah di babak beluri oleh preman-preman, namun ayah dan anak ini tidak sedikitpun patah semangat berlanjut menjual kopi di pasar sampai akhirnya anak bungsu dari ibu tirinya melihat ayah tiri yang dibencinya bekerja di pasar, kebetulan pada saat itu Ia pergi ke pasar bersama teman-teman barunya dan konflik terjadi kembali, ia pun di ejek oleh teman-temannya sampai akhirnya menyalahkan kembali ayah tirinya itu.

Suatu hari ayahnya mengalami kecelakaan, ia pun meninggal karena berusaha menyelamatkan istri tercintanya, kejadian ini juga di sebabkan karena ia meminjam uang kembali pada rentenir. Semeninggalnya ayahnya nampaknya kesialan pun terus berlanjut, semua harta yang dimiliki ibu tiri gong joon soo di sita dan terpaksa mereka harus pindah ke studio yang sangat kumuh. Sadar diri karena terus di salahkan oleh adik-adik tirinya akhirnya ia meninggalkan rumah dan mencari kerja di usia yang sangat dini. Ia pun bekerja sebagai badut di pasar, ibu tirinya sangat menyayanginya sampai ia mencari tahu dimana gong joon soo berada sampai pada akhirnya bertemulah ia dengan gong joon soo dan mengajaknya pulang kembali. Diperjalanan terjadi hal diluar dugaan, mereka berdua saling berpangku kepala di bahu tanpa di sadari ibunya meninggal di pundaknya, sebelum meninggal ibunya mengucapkan “ SATU KELUARGA TIDAK BOLEH SALING MELEPASKAN TANGAN MASING-MASING “ ucapan itu terngiang selalu oleh gong joon soo.
Setiap pagi ia bekerja mengantarkan susu dan koran dengan berjalan kaki, membersihkan sauna, dan menjual jus lemon sambil menggendong adik bungsunya yang masih sangat balita di punggungnya. Ia bekerja untuk membiayai kedua adik nya bersekolah. Tiap hari yang ia lalui sangat berat, bahkan perjuangan yang dilakukannya itupun tak cukup untuk membuat kedua adiknya terharu, hanya cacian yang ia terima setiap hari sampai beranjak dewasa pun masih berat bagi adik-adiknya untuk memberikan kasih sayang mereka kepada gong joon soo.


Di acara ulang tahun adik keduanya, teman-teman yang tidak menyukai adiknya itu datang berkunjung tanpa di undang dan mengajak hyunsuk keluar, terjadilah perkelahian ditengah hujan malam hari. Dan joon soo pun datang lalu mengajak bicara teman hyunsuk yang sedang berdiri merundukan kepalanya yang ternyata sudah meninggal karena tertusuk paku berkarat akibat berkelahi dengan hyunsuk, hyunsuk sendiri pun tidak mengetahui kematian temannya itu akibat ulahnya, tak lama kemudian polisi datang disaat joon soo sedang bersama temannya yang telah meninggal itu. Lalu ia menghusapkan darah korban ke baju yang ia pakai dengan maksud menggantikan adiknya masuk penjara, lalu iapun di penjara selama 10tahun.
Sekeluarnya ia dari penjara adik-adik nya pun hidup mandiri tanpa orang tua tapi tetap kedua adiknya tidak mau menerima joo soo kembali kecuali adik bungsu nya yang perlahan-lahan mau menerimanya kembali.
Mereka pun hidup terpisah namun seiring berjalan nya waktu akhirnya adik-adiknya pun terluluhkan oleh perjuangan dan kasih sayang tanpa henti dari kakak tirinya ini. Joon soo pun mengabdikan dirinya hidupnya untuk keluarganya dan juga ia bertemu dengan wanita yang mau menerima catatan kriminal masa lalunya.



Pelajaran yang dapat kita ambil ialah : kasih sayang bisa meluluhkan kebencian yang ada, tidak ada perjuangan yang sia-sia selama kita benar-benar tulus dalam melakukannya dan jangan pernah melakukan sesuatu setengah-setengah jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal juga.
(Quote : Enggar Permatasari)

Sinopsis korean drama “UGLY ALERT”
Artikel bebas

By : Enggar Permatasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar